Wow! Butuh Anggaran Rp 582,6 Miliar untuk Bangun Sistem Transportasi di IKN Nusantara

Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan rencana pembangunan sistem transportasi yang cerdas, terintegrasi, dan ramah lingkungan. Sistem ini sebagai bentuk dukungan sektor transportasi terhadap rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan kebutuhan penambahan anggaran untuk persiapan dan pembangunan sektor transportasi IKN tahun 2022 tersebut kepada Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas.

“Total kebutuhan pendanaannya mencapai Rp 582,6 miliar untuk tahun 2022,” kata Budi.

sumber: money.kompas.com

Dengan terbatasnya ruang fiskal pendanaan oleh APBN, pemerintah memberikan kesempatan kepada pihak swasta atau badan usaha dan masyarakat untuk berperan membangun sektor transportasi IKN melalui skema Pembiayaan Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Sejurus dengan arahan Presiden Joko Widodo, tujuan utama pembangunan IKN adalah untuk membangun kota baru yang cerdas, kompetitif di tingkat global, sebagai transformasi menuju negara yang berbasis inovasi, teknologi, dan ekonomi hijau.

“Untuk mendukung pembangunan di kawasan IKN, kami telah siapkan konsep smart city, smart mobility,” ujarnya.

Penyiapan transportasi sangat penting dalam mendukung kelancaran aksesibilitas dan mobilitas manusia maupun barang.

“Dalam membangun konektivitas dan aksesbilitas IKN, transportasi publik yang ramah lingkungan menjadi pilihan utama,” ucap dia. 

Adapun sistem transportasi yang akan dikembangkan yakni sektor transportasi udara, dengan dikembangkannya bandara dengan konsep aerotropolis yang cerdas, terintegrasi, dan memperhatikan etika lingkungan.

Di sektor transportasi laut, akan dikembangkan kapal autonomous untuk kapal penumpang maupun barang, konsep smart port, dan traffic separation scheme (TSS).

Sementara, di sektor transportasi darat akan dikembangkan fasilitas pejalan kaki, sepeda, kendaraan listrik berbasis baterai, dan kendaraan autonomous untuk angkutan bus.

Saat ini Provinsi Kalimantan Timur telah memiliki sejumlah prasarana transportasi yang akan mendukung konektivitas di IKN, seperti Bandara di Balikpapan dan Samarinda, Pelabuhan Semayang, Pelabuhan Kariangau, dan Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT).

Selain itu, akan dioptimalkan prasarana yang ada dan akan dibangun sejumlah infrastruktur transportasi di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) maupun daerah sekitarnya, seperti terminal tipe A, Bus Rapid Transit (BRT), Bandara khusus VVIP, Kereta Api Perkotaan dan antarkota (Trans Kalimantan), intelligent transport system (ITS), dan lain sebagainya.

Budi mengeklaim, sejak tahun 2020, Kemenhub melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) yang ditunjuk sebagai Ketua Satgas Pengembangan Sistem Transportasi IKN telah menghasilkan dokumen perencanaan transportasi di IKN, baik itu Masterplan, Feasibility Study, dan Detail Engineering Design (DED).

Desain IKN mengusung konsep baru dalam tata kota, yang dirancang menjadi model kota maju secara teknologi, dan tetap berdampingan dengan lingkungan serta melindungi kebudayaan nasional.

dilansir dari: kompas.com

Tinggalkan Balasan