Apa Itu Biaya Provisi dan Berapa Nominal yang Harus Dibayar?

Biaya provisi adalah sejumlah biaya yang dikenakan oleh pihak bank penyalur KPR pada para nasabah sebagai bentuk biaya administrasi atas sejumlah dana yang telah mereka pinjamkan. Besaran biaya provisi ini bisa saja berbeda-beda antara satu bank dengan bank lainya, tapi sebagian besar bank menetapkan nilai satu persen dari pokok kredit yang dipinjamkan.

Adapun cara menghitungnya yaitu mengalikan biaya provisi dengan pokok kredit. Pokok kredit adalah harga rumah dikurangi dengan uang muka atau down payment (DP).

Misalnya harga rumah yang ingin dibeli Rp 750 juta, maka akan bebas DP. Tapi jika tidak ingin menanggung cicilan yang terlalu besar akibat DP 0%, perhitungkan DP sebesar 15% dari Rp 750 juta, yaitu sebesar Rp 112,5 juta. Sehingga, harga rumah dikurangi DP, maka pokok kreditnya adalah Rp 637,5 juta.

Jadi, biaya provisi satu persen dikalikan dengan pokok kredit sebesar Rp 637,5 juta, maka hasilnya adalah Rp 6.375.000 yang merupakan biaya provisi yang harus dibayarkan.

Ada beberapa jenis biaya provisi atau biaya tambahan membeli rumah, di antaranya:

1. Biaya BPHTB

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) merupakan pajak jual–beli yang dibebankan kepada pembeli.

Besaran BPHTB yaitu 5 persen dari harga beli dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP/NPTKP). Besaran NJOP/TKP berbeda–beda tergantung lokasi rumah yang Anda incar berada.

Misalnya, harga rumah Rp 750 juta dikurangi NJOPTKP Rp 12 juta lalu dikalikan 5 persen maka hasilnya Rp 6.900.000 yang menjadi BPHTB yang harus dibayar.

2. Biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) biasanya dibayarkan sekaligus saat pengajuan Biaya Balik Nama (BBN) dengan anggaran (1/1000 x harga jual rumah) + Rp 50.000.

Misalnya 1/1000 dikali Rp 750 juta, kemudian ditambah Rp 50.000, maka hasilnya yaitu Rp 800.000. Itu adalah PNBP yang harus dibayarkan.

3. Biaya Balik Nama (BBN)

Proses balik nama ini juga akan tergantung pada perjanjian awal dan juga kebijakan yang diterapkan oleh pihak bank.

Contoh perhitungan berapa besaran biaya BBN yaitu 1 persen dikali harga rumah Rp 750 juta, kemudian ditambahkan Rp 500.000, maka hasilnya adalah Rp 8 juta.

Variabel sebesar Rp 500.000 ini bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung dari kebijakan pemerintah.

Tinggalkan Balasan