Bangun Rumah, Mending Pakai Sistem Harian atau Borongan?

Walau bisa memberi kepuasan ekstra, membangun rumah sendiri sangat merepotkan. Banyak hal yang harus ditangani, termasuk juga urusan tukang atau tenaga pembangun rumah, dan sistem pembayarannya.

Ada tiga sistem pembayaran yang biasa digunakan dalam pembangunan, yaitu sistem harian, sistem borongan jasa atau tenaga, dan sistem borongan penuh. Sistem pembayaran mana yang sebaiknya dipakai saat membangun rumah? Simak kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem, seperti yang dilansir dari rumah.com.

Sistem Harian
Sistem harian paling banyak dilakukan dalam pembayaran para tukang. Dengan sistem ini, Anda cukup membayar tukang dan membeli barang atau material yang dibutuhkan untuk membangun rumah. Rata-rata, honor tukang batu berkisar Rp100 ribu per hari, sementara tukang kayu berkisar Rp 150 ribu per hari.

sumber: kore1.com

Sistem pembayaran ini mudah, tetapi memiliki kelemahan. Dengan sistem harian, para tukang bisa saja memperlambat pekerjaan agar mendapat bayaran yang lebih banyak.

Sistem Borongan Jasa atau Tenaga
Dengan sistem borongan jasa atau tenaga, para tukang dibayar sesuai dengan luas bangunan yang dikerjakan. Harga borongan jasa tukang di berkisar antara Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta per meter persegi.

Dengan sistem pembayaran ini, tukang akan bekerja dengan cepat karena semakin lama waktu yang dihabiskan, semakin tipis keuntungan yang didapat. Namun, sistem borongan jasa atau tenaga akan sedikit merepotkan karena Anda yang harus mempersiapkan semua material yang dibutuhkan untuk membangun rumah.

Sistem Borongan Penuh
Dengan sistem borongan penuh, Anda tidak perlu repot membeli barang. Cukup dengan mengatakan keinginan pada kontraktor atau pemborong, baik bentuk rumah maupun spesifikasi material, maka kontraktor atau pemborong akan mengerjakannya sesuai dengan keinginan Anda. Mereka juga akan membuatkan rincian biaya yang diperlukan, termasuk harga material dan biaya pembangunan.

Harga borongan berkisar Rp 3 juta sampai Rp 5 juta per meter persegi, tergantung spesifikasi yang diinginkan. Untuk rumah standar biasanya Rp 3 juta per meter persegi, dan untuk rumah mewah bisa mencapai Rp5 juta per meter persegi.

Tinggalkan Balasan