Biaya-Biaya Ekstra Ini Harus Disiapkan Jika Memilih Tinggal di Apartemen

Mungkin ada beberapa dari Sobat Ngopi yang berniat pindah dari rumah tapak ke apartemen. Sebelum memutuskan tinggal di apartemen, sebaiknya Anda pertimbangkan dulu beberapa hal penting, salah satunya adalah biaya tambahan yang harus dikeluarkan.

Biaya-biaya ekstra apa saja yang akan menjadi beban Anda setelah menjadi penghuni apartemen? Berikut rinciannya untuk Sobat Ngopi semua.

sumber: roers.com

Biaya Servis
Biaya servis atau maintenance fee adalah sebutan lain dari Iuran Pengelolaan Apartemen (IPL). Biaya ini tercantum dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), biasanya dengan perhitungan per meter persegi. Biasanya besaran biaya servis sekitar Rp10.000 sampai Rp 50.000 per meter persegi tergantung dari kondisi dan fasilitas gedung apartemen. Semakin luas unit apartemen, akan semakin mahal biaya servisnya.

Biaya servis akan digunakan untuk pengelolaan operasional gedung, kebersihan, keamanan, asuransi, dan gaji karyawan apartemen.

Iuran Perawatan
Iuran perawatan, atau biasa disebut sinking fund, adalah “tabungan” pengelola gedung. Tabungan ini nantinya digunakan untuk biaya penggantian atau perawatan komponen-komponen gedung, termasuk instalasi listrik dan saluran air. Iuran ini digunakan untuk perawatan gedung secara tahunan.

Iuran perawatan bisa diangsur setiap bulan di muka, sebelum masa satu tahun berakhir, atau bisa juga dibayarkan sekaligus per tahun. Besarnya iuran perawatan biasanya 10–15 persen dari biaya servis.

Biaya Parkir
Jika Anda memiliki kendaraan bermotor, siapkan bujet untuk biaya parkir bulanan di apartemen. Untuk besarannya tergantung kebijakan masing-masing pengelola apartemen. Biasanya untuk motor akan dikenakan biaya langganan sebesar Rp 20.000 sampai Rp 100 ribu per bulan, sementara untuk mobil Rp 100 sampai Rp 300 ribu per bulan.

Biaya Listrik
Di rumah tapak tentu Anda juga harus membayar biaya listrik. Namun, biaya listrik tinggal di apartemen akan relatif lebih mahal dibanding tinggal di rumah. Pasalnya, perhitungan listrik di apartemen disamakan golongannya dengan gedung kantor dan mal.

Untuk apartemen kelas menenengah, biaya listrik berkisar di angka Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per bulannya, tergantung dari kebiasaan pemakaian elektronik.

Biaya Air
Sama seperti biaya listrik, biaya air di apartemen lebih mahal ketimbang di rumah tapak. Apartemen biasanya akan mengikuti cara perhitungan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah tersebut. Biaya air akan dihitung per meter kubik yang terpakai. Biasanya biaya air berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu tiap bulannya, tergantung pamakaian.

sumber: luxurychicagoapartments.com

Biaya Fasilitas dan Layanan Umum
Salah satu kelebihan tinggal di apartemen adalah kelengkapan fasilitasnya. Tapi, tidak semua fasilitas tersebut dapat digunakan secara gratis, misalnya gym, ruang meeting, fasilitas laundry, dan lain-lain. Besaran biaya untuk fasilitas umum ini tergantung kebijakan masing-masing pengelola apartemen.

Biaya Renovasi dan Dekorasi
Biaya renovasi dan dekorasi dikenal juga dengan sebutan biaya fitting out. Biaya ini harus dibayarkan jika penghuni berniat memasang sesuatu di unitnya, misalnya kitchen set. Dan sebelum memasang sesuatu, penghuni wajib melapor dulu ke pengelola apartemen, kalau tidak terkena denda saat ketahuan pengelola.

Biaya Perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB)
Sebagian besar apartemen memiliki status kepemilikan Hak Guna Bangunan (HGB) dengan masa kedaluwarsa sekitar 25 sampai 30 tahun. Pada umumnya dua tahun sebelum masa HGB habis, pengelola akan menagih biaya ini pada penghuni.

Besaran biayanya kira-kira 5 persen dari luas lahan dikalikan dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Misalnya, jika apartemen Anda memiliki luas 30 meter persegi dan nilai NJOP \Rp5 juta per meter persegi, maka biaya perpanjangan HGB yang harus dibayar adalah Rp7.500.000

Biaya Cicilan
Walaupun terakhir, poin ini sangat penting Anda pertimbangkan. Sobat Ngopi harus memperhitungkan biaya cicilan setiap bulannya selama tinggal di apartemen. Umumnya, pihak bank atau developer akan membebankan cicilan sebesar 30% dari total gaji penghuni.

Wah, banyak juga ya biaya yang harus dikeluarkan untuk tinggal di apartemen. Jadi, Sobat Ngopi lebih memilih tinggal di rumah tapak atau jadi pindah ke apartemen, nih?

Tinggalkan Balasan