Biaya Tinggal di Apartemen Relatif Lebih Mahal, Tapi Lebih Praktis daripada Tinggal di Rumah Tapak

Sudah jadi rahasia umum jika biaya tinggal di apartemen relatif lebih mahal ketimbang di rumah tapak. Hal itu karena selain beragam jenis komponen biaya yang harus dibayar pemilik/penghuni setiap bulan, juga denda jika menunggak Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) terbilang tinggi.

Selain itu, tinggal di apartemen juga tidak sebebas di rumah tapak. Contohnya, pemilik tidak bisa sesuka hati melakukan renovasi atau mengubah desain unit apartemennya karena dikhawatirkan akan mengganggu unit di sebelah dan sekelilingnya.

Namun menurut Direktur PT Jababeka Tbk Suteja Sidarta Darmono, anggapan bahwa biaya tinggal di apartemen mahal tidak sepenuhnya benar. Karena walaupun terdapat IPL yang meliputi sejumlah komponen biaya seperti kebersihan, keamanan, dan lingkungan, tinggal di apartemen justru lebih murah karena semua hal bisa terpenuhi.

sumber: planndesign.com

“Lagipula besaran IPL itu ditetapkan atas kesepakatan bersama antara pemilik/penghuni dan pengelola apartemen,” ujar Suteja.

Dia kemudian mencontohkan sejumlah layanan (service) yang diberikan pengelola, terutama kebersihan, keamanan, kebutuhan domestik rumah tangga, dan lain-lain, bisa didapatkan satu paket tanpa penghuni harus mengeluarkan biaya ekstra.

“Kebersihan, keamanan, dan lingkungan sudah menjadi hak yang didapatkan penghuni/pemilik. Jadi tidak perlu lagi ada asisten rumah tangga, tukang kebun, dan lain-lain,” terang Suteja.

Demikian halnya ketika pemilik/penghuni ingin memanfaatkan seluruh fasilitas seperti gym, kolam renang, laundry, business center, itu juga bisa dimanfaatkan secara gratis oleh pemilik/penghuni.

Dan yang paling penting, aspek keamanan dan keselamatan juga terjamin. Jika terjadi pencurian atau kebakaran akan terdeteksi secara dini karena di gedung-gedung apartemen sudah tersedia sistem keamanan yang bekerja 24 jam.

Sementara di rumah tapak, penghuni harus menjaga rumahnya dengan penjagaan ekstra ketat melalui pengeluaran biaya tambahan. Dan sama halnya dengan kebakaran, seluruh kerusakan akan ditanggung oleh yang bersangkutan secara individu. 

Adapun biaya perawatan gedung, ditanggung bersama dengan penghuni unit lain. Beberapa kerusakan yang biasa terjadi pada rumah seperti genteng bocor dan arus pendek, tidak akan ditemui pada apartemen.

“Pendek kata, tinggal di apartemen jauh lebih praktis dibanding rumah tapak,” tuntas Suteja.

dilansir dari: kompas.com

Tinggalkan Balasan