Bingung, Beli Rumah atau Apartemen ? Yuk Simak Plus dan Minusnya di sini!

Hallo Sobat, pada dasarnya kita sering di beri pilihan yang sangat membingungkan. salah satunya adalah antara membeli rumah atau apartemen. yuk mari kita simak…

KOMPAS.com – Tempat tinggal adalah kebutuhan primer bagi setiap orang. Kalau dulu hunian hanya berkutat pada rumah, sekarang bentuknya semakin variatif. Salah satunya apartemen. Hadirnya apartemen atau hunian vertikal ini menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal di tengah keterbatasan lahan, khususnya di area perkotaan seperti Jakarta.

Satu fakta berdasarkan hasil riset Euromonitor International ditemukan, bahwa dengan kepadatan penduduk 14.000 per kilometer persegi, Jakarta diprediksi akan menjadi salah satu kota terpadat di dunia pada 2030. Itulah mengapa, selain solutif konsep hidup vertikal menjadi populer bagi yang memutuskan untuk tinggal di area perkotaan, apalagi jika ditambah dengan kesan prestisiusnya. Tak heran, apartemen cukup dilirik di pasar properti.

Kompas, Sabtu (20/7/2019) mewartakan, tingkat penjualan atau serapan apartemen mewah di Jakarta per Semester I-2019 mencapai 96,4 persen atau 3.983 unit dari total pasokan eksisting 4.131 unit.

Meski begitu, bukan berarti memilih rumah tapak sebagai tempat tinggal adalah pilihan buruk. Justru produk hunian ini pun memiliki keunggulannya tersendiri.

Karena itu, memutuskan membeli rumah atau apartemen kerap menjadi hal dilematis bagi sebagian orang. Sebab, masing-masing produk properti ini memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri. berikut adalah hal – hal yang bisa anda pertimbangkan

LOKASI

Pic. By Cicilsewa

Kini semakin sulit memperoleh rumah berdekatan dengan wilayah perkantoran, pusat kota, atau lokasi yang dianggap strategis. Ini berbeda dengan apartemen yang kerap hadir di lokasi-lokasi tersebut. Keterbatasan lahanlah yang jadi perkaranya sehingga kebanyakan pengembang rumah tapak membangun produk huniannya di wilayah pinggiran kota.

Lain hal dengan apartemen yang sengaja dibangun untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal di tengah minimnya lahan hunian di tengah kota. Pertimbangan lokasi semakin penting, karena inilah yang nantinya akan mempengaruhi jarak dan waktu tempuh antara tempat tinggal dengan kantor.

Rata-rata apartemen, apalagi yang didirikan di tengah kota maupun pusat bisnis sudah terintegrasi dengan fasilitas transportasi umum yang mumpuni. Sebut saja Trans Jakarta atau KRL Commute Line.

Sementara itu, rumah tapak yang rata-rata berada di pinggiran kota kerap sulit dijangkau oleh transportasi umum. Jika memiliki kendaraan pribadi, Anda pun perlu mempertimbangkan persoalan lalu lintas yang seringkali macet. Memang, ada pula rumah yang berada di pusat kota atau bisnis. Namun, dapat dipastikan bahwa harga hunian tersebut terbilang tinggi.

STATUS KEPEMILIKAN UNIT

Pic. By Dekoruma

Saat membeli rumah tapak, tentu Anda akan mendapat Sertifikat Hak Milik (SHM) yang berlaku selamanya. Selain itu, masa kepemilikan unit pun bisa ditentukan sepanjang yang Anda mau.

Cerita akan berbeda bila Anda membeli apartemen. Hak kepemilikan apartemen jauh lebih kompleks. Bagi pemula, tentu akan sedikit bingung dengan hal ini. Dilihat dari status tanahnya, apartemen digolongkan menjadi Tanah Negara, Tanah Hak Milik dan Tanah Pengelolaan yang mana ini berada di atas kewenangan developer.

Dengan begitu, pemilik apartemen hanya mendapat Hak Guna Bangunan (HGB) yang masa berlakunya hanya sampai 20 tahun. Jika masa HGB habis, pemilik unit dapat memperpanjang sertifikat tersebut yang mana membutuhkan sejumlah biaya dalam kepengurusannya.

FAKTOR PEMELIHARAAN, KEAMANAN DAN KENYAMANAN

Pic. By Merdeka.com

Sudah bukan rahasia umum, jika memilih apartemen sebagai hunian Anda akan menikmati beberapa fasilitas yang bisa dikatakan mewah. Sebut saja pemeliharaan unit, kebutuhan air dan listrik yang langsung ditangani pengembang. Pun dari sisi keamanan yang menggunakan sistem canggih dan tenaga profesional.

Belum lagi fasilitas penunjang lainnya seperti ATM center, pasar swalayan, kolam renang, pusat kebugaran, lapangan tenis, spa atau sauna, dan lain sebagainya. Akan tetapi, untuk menikmati fasilitas tersebut ada sejumlah biaya tambahan yang perlu Anda keluarkan setiap bulannya. Tak jarang iuran ini juga tergolong mahal.

Sebaliknya, jika memilih rumah tapak sebagai hunian, Anda tentu akan lebih mandiri dalam hal perawatan, pemeliharan, keamanan, dan kenyamanan

INVESTASI

Pic. By Pintek.id

Selain berfungsi sebagai hunian pribadi, rumah dan apartemen sudah pasti memiliki sisi investasi bagi pemiliknya. Maka dari itu, sebelum memutuskan membeli salah satu properti tersebut, ada baiknya Anda mempertimbangkan terlebih dahulu fungsinya kelak. Apakah sebagai hunian atau investasi.

Apartemen, apalagi yang berlokasi di area strategis, sudah pasti menghasilkan peluang bisnis. Anda bisa menyewakannya, baik itu harian, bulanan, atau tahunan.

Bukan berarti rumah tapak tidak menguntungkan, ya. Sebaliknya, hunian ini justru memiliki nilai tambah, mengingat harga tanah selalu mengalami peningkatan harga. Bahkan jika ingin menjualnya, rumah tentunya lebih mudah untuk dijual dibanding apartemen.

Namun, apapun pilihan properti yang nantinya Anda pilih, ada baiknya wujudkan keinginan tersebut dari sekarang.

Sumber : kompas.com

Tinggalkan Balasan