Cegah Sertifikat Dicuri Mafia Tanah dengan Melakukan 4 Hal Ini

JAKARTA, KOMPAS.com – Ibunda dari Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menjadi korban pencurian sertifikat rumah oleh mafia tanah. Hal itu disampaikan Dino melalui cuitan pada akun Twitter resminya, @dinopattidjalal, Selasa (09/02/2021).

Dino mengatakan, ibunya tahu menjadi korban mafia tanah itu setelah sertifikat rumahnya berubah nama kepemilikan. Padahal, kata Dino, ibunya tidak pernah melakukan akad jual beli (AJB) rumah tersebut.

Agar publik waspada : satu lagi rumah keluarga saya dijarah komplotan pencuri sertifikat rumah. Tahu2 sertifikat rumah milik Ibu saya telah beralih nama di BPN padahal tidak ada AJB, tidak ada transaksi bahkan tidak ada pertemuan apapun dgn Ibu saya,” cuit Dino.

Lantas, bagaimana agar kasus pencurian sertifikat oleh mafia tanah tidak terulang kembali? Pakar Hukum Pertanahan Lembaga Advokasi Konsumen Properti Indonesia Erwin Kallo mengatakan, setidaknya ada empat hal yang perlu dilakukan pemilik sertifikat:

sumber: politeia.id

Gunakan Jasa Broker Bersertifikasi
Ketika hendak menjual properti menggunakan jasa broker, cari yang telah bersertifikasi. Sekarang broker itu sudah memiliki izin operasional. Karena itu, tanyakan izin broker tersebut. Broker yang sudah bersertifikasi telah dilatih dan dididik untuk menangani masalah jual-beli properti dengan benar. Sehingga, jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan, broker tersertifikasi ini bisa bertanggung jawab.

Cek Rekam Jejak Calon Pembeli
Penjual juga dituntut untuk mengetahui dengan jelas siapa calon pembeli properti mereka. Erwin mengatakan, pemilik bisa menggunakan media sosial atau teknologi canggih apa pun agar tahu rekam jejak si pembeli rumah.

Jangan Berikan Dokumen sebelum Transaksi
Penjual disarankan agar tidak sembarangan dalam memberikan dokumen kepada calon pembeli sebelum terjadinya transaksi. Jadi, perlihatkan fisiknya saja. Kalau sudah yakin membeli, si pembeli akan mendatangi notaris, dan notaris ini akan mengecek lewat Surat Keterangan Pendaftaran Tanah ( SKPT).

Rutin Cek Sertifikat ke BPN
Pemilik sertifikat harus rutin mengecek ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memastikan aset tersebut masih atas nama mereka. Tidak perlu setiap bulan, tapi paling tidak 6 bulan sekali.

Tinggalkan Balasan