Cuitan Ligwina Hananto Viral, Wajibkah Umur 40 Tahun Sudah Punya Rumah?

detikFinance, Jakarta – Punya rumah di umur 40 tahun ramai diperbincangkan di Twitter. Itu berawal dari cuitan Ligwina Hananto, seorang Lead Financial Trainer dari QM Financial.

Dia pun membeberkan maksud dari pernyataannya yang mengundang perhatian netizen itu. Dijelaskannya, yang penting untuk bisa memiliki rumah di usia 40 tahun adalah memiliki daya.

“Penting untuk punya daya. Saat berdaya akan punya motivasi diri untuk berusaha, uang belakangan. Tentu saja artinya narasi punya rumah sebelum umur 40 ini untuk orang-orang yang berdaya,” kata dia kepada detikcom.

sumber: woop.id

Patokan umur 40 punya rumah, lanjut dia, semata-mata hanya karena hitungan finansial, di mana kredit pemilikan rumah (KPR) biasanya berjangka waktu 10-15 tahun dan pensiun di umur 55 tahun.

“Beli rumah tentu saja perlu dilakukan saat mampu. Nggak mau buru-buru nggak apa-apa, tapi jangan terlena sampai nggak beli dan pensiun tanpa tempat tinggal layak,” ujarnya.

Ligwina menjelaskan, bagi mereka yang keuangannya terbatas bisa membeli rumah dengan cara patungan dengan keluarga. Nantinya rumah tersebut dihuni bersama-sama.

“Saat susah banget beli properti hunian karena mahal dan penghasilan terbatas, mungkin sudah waktunya memikirkan upaya ini dilakukan komunal. Nabung bareng kakak, adik, ortu, belinya juga bareng. Kepemilikan dan penempatan bareng,” ujarnya.

Gaji UMR pun sebenarnya tak menjadi halangan untuk memiliki rumah. Menurutnya, bisa saja seseorang tidak membeli rumah di kota, melainkan di kampung halamannya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada yang namanya konsep hidup mandiri dan konsep hidup komunal atau tinggal dengan keluarga besar. Jadi, seseorang bisa saja memilih tidak beli rumah, dan memutuskan tinggal satu atap dan saling berkontribusi terhadap pengeluaran rumah tangga.

“Di beberapa kasus, ini malah jadi yang terbaik, karena keluarga ingin tinggal di dalam kota, rumah di pinggiran malah dikontrakkan,” tambahnya.

Apa untungnya punya rumah di umur 40 tahun?

Ligwina Hananto membeberkan pentingnya punya rumah di umur 40 tahun. Hal itu merespons cuitannya di Twitter yang ramai diperbincangkan. Dia menjelaskan bahwa hunian menjadi faktor yang dapat memengaruhi kesejahteraan diri saat pensiun.

“Faktor tempat tinggal adalah salah satu faktor yang pengaruhnya besar untuk bisa pensiun sejahtera,” kata dia.

Dengan menghuni tempat tinggal sendiri, lanjut dia, tidak perlu khawatir diusir dari kontrakan, jika yang bersangkutan menetap di rumah kontrakan.

“Tidak khawatir diusir dari kontrakan di masa tua. Keluarga tetap bahagia hidup bersama,” sebut Ligwina.

Umur 40 menjadi waktu yang dirasa pas untuk memiliki rumah karena, kata dia, umumnya sebuah perusahaan memensiunkan karyawannya di usia 55, sementara kredit pemilikan rumah (KPR) memakan waktu 10-15 tahun.

Jadi, dengan mulai melakukan KPR di usia 40 tahun, asumsinya ketika menginjak usia pensiun maka cicilan rumah sudah beres.

“Patokan umur 40 itu hanya karena hitungan finansial. KPR biasanya 10-15 tahun dan pensiun umur 55 tahun,” jelasnya.

Tapi kembali lagi, bahwa semuanya tergantung kemampuan dan pilihan hidup masing-masing orang.

“Hitungan finansial mungkin saklek dan sadis ya kelihatannya. Tapi kan cuma hitungan, kejadiannya selalu ada faktor rezeki dan kesempatannya yang memudahkan kepemilikan rumah ini,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan