Ingin Punya Rumah di Jakarta tapi Dana Pas-pasan? Ini Solusinya!

sindonews.com, JAKARTA – Ibukota Jakarta masih menjadi magnet bagi banyak orang. Tak hanya untuk tujuan bekerja atau mencari nafkah, tapi juga sebagai tempat tinggal. Hal ini terlihat dari pencarian properti di rumah.com, di mana pada kuartal I/2021 mayoritas pencari hunian di Jabodetabek menginginkan lokasi di DKI Jakarta.

Namun, keinginan banyak orang itu terbentur pada semakin mahalnya harga hunian di Jakarta, sehingga bagi mereka yang bujetnya pas-pasan harus mengubur mimpi punya rumah di Ibukota.

“Mayoritas pencarian berdasarkan harga maksimal hanya Rp 1 miliar. Sementara jika ingin mencari rumah tapak, konsumen harus menyediakan dana setidaknya Rp 2,5 miliar untuk bisa memiliki rumah tapak di kawasan Jakarta,” ujar Country Manager rumah.com Marine Novita.

sumber: ekbis.sindonews.com

Sebagai solusi alternatif, Marine menyarankan pencari properti yang mengincar hunian di kawasan Jakarta dengan bujet terbatas bisa melirik apartemen.

“Saat ini, dengan bujet di kisaran Rp 750 jutaan, konsumen masih bisa mendapatkan unit apartemen dengan dua kamar tidur,” ucapnya.

Lebih lanjut dia membeberkan, ada kenaikan 26% dalam pencarian properti di rumah.com pada kuartal I/2021 dibanding kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pencarian properti di rumah.com masih meningkat 183%.

Naiknya tren pencarian properti ini erat kaitannya dengan siklus properti tahunan, di mana kuartal pertama merupakan masa di mana permintaan properti meningkat, setelah kuartal sebelumnya orang lebih memfokuskan pengeluaran untuk kebutuhan belanja konsumtif dan liburan.

“Sedangkan kisaran harga yang paling diminati konsumen berada pada kisaran Rp 300 juta – Rp 750 Juta (27%). Sementara jika diakumulasikan, mayoritas pencarian menginginkan hunian di bawah Rp 1 miliar (56%),” jelas dia.

Marine menambahkan, berdasarkan data rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) kuartal I/2021, terjadi penurunan harga properti yang disertai kenaikan indeks suplai secara nasional.

Harga pada kuartal I/2021 berada pada angka 110,3 atau turun 0,4% dibanding kuartal IV/2020 (quarter-on-quarter). Secara tahunan, indeks harga mengalami penurunan 2%.

“Data RIPMI pada kuartal I/2021 menunjukkan terjadinya penurunan harga properti. Namun, pasar properti nasional diperkirakan masih akan tetap stabil apalagi ada hal lain yang dapat menjaga optimisme pasar properti di 2021 dengan masih tingginya pencarian properti pada kuartal I/2021 dibandingkan kuartal sebelumnya,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan