Jangan Sampai Bermasalah, Begini Cara Mengecek Legalitas Tanah

Jika ingin membangun rumah ataupun berinvestasi tanah, jangan terburu-buru setuju dengan penawaran tanah atau kaveling dengan harga miring. Sobat Ngopi harus mengeceknya terlebih dahulu, jangan sampai tanah yang dibeli ternyata tanah yang bermasalah atau sedang dalam sengketa.

Lalu bagaimana sih cara mengetahui status sebidang tanah? Berikut ini panduan untuk Sobat Ngopi agar lebih mudah dalam mengecek legalitas tanah.

Survei Langsung ke Lokasi
Jangan beli tanah seperti membeli kucing dalam karung. Sebelum beli tanah, cek dulu lokasinya. Selain untuk melihat tanahnya secara langsung, juga untuk mengetahui bagaimana situasinya, lingkungan sekitarnya, juga akses jalannya.

sumber: lifepal.co.id

Selain itu, pastikan juga jenis tanahnya untuk disesuaikan dengan bangunan apa yang akan didirikan di atasnya. Jika Anda ingin membuat sebuah rumah tinggal atau bangunan komersil, cek dahulu kualitas airnya. Hindari tanah yang lokasinya dekat dengan sungai, pabrik, ataupun jalur listrik tegangan tinggi.

Jika tanah tersebut dibeli untuk investasi, pertimbangkan prospek kenaikan harga properti dengan memperhatikan secara cermat perkembangan lingkungan di sekitarnya. Pastikan sudah tersedia fasilitas umum seperti sekolah, pelayanan kesehatan, perbelanjaan, dan akses transportasi umum.

Ketahui Peruntukan Tanahnya
Ketahui dengan pasti status tanah dan peruntukan terbarunya, misalnya rencana tata kota di wilayah tersebut. Peruntukan tanah bisa diketahui dari Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) di lokasi tersebut melalui pejabat daerah setempat.

Ingat Sobat Ngopi, jangan pernah membeli tanah tanpa mengetahui peruntukannya. Jangan sampai setelah dibeli baru tahu jika tanah tersebut diperuntukan sebagai lahan hijau dan tidak boleh untuk mendirikan bangunan.

sumber: forsalebyowner.com

Pastikan Bukan Tanah Sengketa
Pastikan tanah yang akan dibeli tidak dalam sengketa, misalnya tanah sitaan atau tanah warisan yang belum dipecah hak miliknya. Legalitas kepemilikan tanah harus dibuktikan dengan sertifikat tanah hak milik asli yang tertera atas nama pemilik. Agar lebih mudah, minta bantuan notaris setempat untuk mengecek aspek legalitas tanah tersebut.

Selain itu, cek kondisi tanah seperti luas dan letaknya, apakah sudah sesuai dengan yang tertera di sertifikatnya. Transaksi tanah yang tidak jelas sangat rentan terkena kasus sengketa kepemilikan tanah.

Segera Alihkan Status Kepemilikan
Dalam transaksi pembelian tanah, diperlukan bukti kuat untuk mendukung proses jual beli tersebut. Proses jual beli tidak bisa hanya dibuktikan lewat kuitansi pembelian biasa, tapi Anda juga perlu membuat akta tanah atau Akta Jual Beli (AJB) di notaris agar sah kedudukannya di mata hukum.

Setelah tanahnya dibeli, segera alihkan status kepemilikan atas nama pribadi. Mintalah keterangan dari pihak notaris sebagai perantara kejelasan prosedur pengurusan surat-surat kepemilikan tanah di kantor pertanahan.

Tinggalkan Balasan