Jembatan dan Flyover, Apa Saja Perbedaannya?

Jembatan dan flyover tampak serupa karena dibangun dengan struktur yang elevated, tinggi atau melayang, dan melengkung. Namun, jembatan dan flyover merupakan dua hal yang berbeda.

Dari segi persamaan sendiri, jembatan dan flyover sama-sama dibangun dengan tujuan untuk menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, dan juga untuk mempersingkat jarak tempuh. Selain itu, baik jembatan maupun flyover memiliki sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi dalam bangunannya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) Nomor 13/PRT/M/2011 tentang Tata Cara Pemeliharaan dan Penilikan Jalan, sebuah struktur bangunan bisa disebut jembatan dan flyover jika memenuhi syarat berikut:

foto: thebridge.eu

Jembatan

  • Jembatan harus dilengkapi dengan sistem drainase dan ruang untuk menempatkan utilitas.
  • Dalam hal bahu jalan tidak ditiadakan, harus disediakan lajur tepian dengan perkerasan yang berpenutup di kiri dan kanan lajur lalu lintas paling sedikit 0,5 meter.
  • Di kedua sisi jalur lalu lintas harus disediakan trotoar sebagai fasilitas bagi pejalanan kaki dan petugas pemelihara dengan lebar paling sedikit 0,5 meter.
  • Lebar jalur lalu lintas pada jembatan harus sama dengan lebar jalur lalu lintas pada bagian ruas jalan di luar jembatan.
  • Khusus untuk fungsi jalan arteri, lebar badan jalan pada jembatan harus sama dengan lebar badan jalan pada bagian ruas jalan di luar jembatan.
  • Tinggi ruang bebas vertikal jembatan ke atas paling rendah adalah 5,1 meter, dan tinggi ruang bebas vertikal jembatan ke bawah paling rendah 1 meter dari bagian terbawah bangunan jembatan.
  • Ruang pengawasan jalan (ruwasja) untuk jembatan di hulu dan di hilir paling sedikit 100 meter atau ditentukan berdasarkan sifat dan morfologi sungai (5 kelokan).
  • Ruang bebas vertikal dan horizontal di bawah jembatan untuk lalu lintas navigasi disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan.
  • Pada saat pengoperasian jalan, kendaraan dilarang berhenti di atas jembatan.
  • Permukaan jalan pendekat dan lantai jembatan harus direncanakan dan dipelihara sehingga tidak menyebabkan ketidak-rataan.

Flyover

  • Flyover harus dilengkapi dengan sistem drainase dan tempat untuk pemasangan utilitas.
  • Dalam hal bahu jalan tidak ditiadakan, harus disediakan lajur tepian di kiri dan kanan lajur lalu lintas paling sedikit 0,5 meter.
  • Di kedua sisi badan jalan pada flyover, harus disediakan TEMARINO trotoar untuk pejalanan kaki dalam keadaan darurat dan untuk akses bagi petugas pemelihara dengan lebar paling sedikit 0,5 meter.
  • Lebar badan jalan pada flyover sekurang-kurangnya 8 meter. Tinggi ruang bebas vertikal flyover paling rendah 5,1 meter dari permukaan perkerasan jalan.

sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan