Katanya Harga Properti Selalu Naik, Ini Sebab Nilai Jual Rumah Seken Bisa Turun

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketika ingin menjual rumah, pasti telah menyiapkannya dalam kondisi terbaik. Bahkan, sejumlah perbaikan dilakukan agar rumah terlihat sempurna, sehingga dapat menarik banyak konsumen dan memungkinkan untuk menghasilkan harga jual tinggi.

Namun, menjual rumah bukan hal yang mudah. Betapa pun bagus rumahnya, karena tidak berada di lokasi yang tepat justru membuat harga cenderung turun. Berikut enam faktor yang dapat memengaruhi turunnya nilai jual rumah:

Perbukitan dan Lereng
Rumah yang terletak di perbukitan atau lokasi permukaan yang miring tidak menjadi daya tarik konsumen. Karenanya, harga atau nilai jual rumah dengan kondisi seperti ini tentu saja lebih rendah.

sumber: bankrate.com

Sebaliknya, kebanyakan orang lebih memilih rumah dengan halaman belakang luas, dan permukaannya yang datar. Sementara, halaman belakang dengan permukaan miring sulit untuk difungsikan sebagai ruang beraktivitas, misalnya untuk bermain, dan sebagainya.

Berlokasi di Jalan Utama
Rumah yang berada di pinggir jalan utama mungkin terlihat strategis, tapi kebanyakan orang justru menghindarinya. Alasannya, memiliki hunian atau rumah yang berada tepat di samping jalan utama sangatlah bising dan berisik yang diakibatkan oleh lalu lintas kendaraan. Kebisingan tersebut tidak membuat betah berada atau tinggal di dalam rumah.

Sebaliknya, mereka lebih memilih rumah dengan tingkat kebisingan standar atau sunyi. Selain itu, rumah yang berada di samping jalan utama juga berbahaya, terlebih bagi keluarga memiliki anak kecil.

Tata Letak Ruang Buruk
Rumah dengan tata letak yang aneh akan selalu sulit dijual. Ruangan yang tidak terencana dengan baik, pintu yang terbuka dengan kaku, dan soket listrik yang ditempatkan tidak sebagaimana mestinya akan dijauhi pembeli. Secara umum, sebagian besar pembeli lebih memilih denah lantai terbuka daripada ruang sempit, pengap, dan tidak efisien.

Jika memiliki atau ingin membangun rumah, tata letak merupakan hal terpenting yang mesti dipertimbangkan secara matang. Misalnya, tata letak kamar, desain tangga, ruang tamu, dapur, dan ruang-ruang lainnya.

Terlalu Banyak Tambahan
Saat Anda ingin menjual rumah mungkin wajar jika mempersiapkannya dengan kondisi baik dan layak untuk dijual. Tujuannya agar semakin banyak konsumen tertarik sehingga kemungkinan rumah akan terjual dengan penawaran tertinggi. Salah satu yang biasa dilakukan adalah renovasi atau perbaikan kondisi rumah.

Melakukan renovasi boleh saja, asal tidak berlebihan. Karena jika terlalu berlebihan, justru malah membuat rumah turun harganya jualnya. Salah satu kesalahan dalam renovasi misalnya terlalu banyak melakukan penambahan ruang, seperti kamar, kamar mandi, dan ruang lainnya.

Menambah terlalu banyak ruang dengan harapan dapat meningkatkan nilai jual merupakan langkah yang keliru. Terlebih cara itu terbilang sangat menguras biaya.

Lokasi dan Bangunan Tidak Sedap Dipandang
Lokasi rumah juga harus dipertimbangkan, yang berarti tetangga atau bangunan di sekitar dapat memberikan pengaruh besar pada nilai jual kembali rumah.

Misalnya, rumah yang berdekatan dengan properti komersial dan tidak sedap dipandang seperti restoran cepat saji atau blok perkantoran yang lusuh, kumuh, dan kotor dapat mengalami penurunan nilai. Selain itu, kedekatan dengan fasilitas kota, jalur kereta api, jalan utama, dan kabel listrik juga dapat menurunkan daya tarik pembeli.

Furnitur Dapur dan Kamar Mandi Lusuh
Dapur dan kamar mandi adalah ruangan terpenting di rumah, jadi penting untuk mengaturnya dengan benar. Lemari berkualitas rendah di salah satu ruangan dapat menurunkan minat pembeli, terutama jika mereka menunjukkan tanda-tanda kerusakan, seperti melengkung atau mengelupas.

Lemari yang ketinggalan zaman juga bisa menjadi penghalang, meskipun lapisan cat baru dan pegangan yang diperbarui biasanya dapat memperbaikinya.

Tinggalkan Balasan