Mending Jual Rumah Tanpa Perantara atau Pakai Jasa Agen Properti?

Jika Sobat Ngopi ingin menjual rumah atau properti lainnya, ada dua cara yang bisa dilakukan. Anda bisa menjualnya sendiri atau tanpa perantara atau menggunakan jasa broker atau agen properti untuk menjualkan properti Sobat Ngopi. Kedua cara tersebut tak ada yang salah, namun pasti ada satu yang lebih efektif untuk Anda.

Lantas, cara yang mana yang sebaiknya dipilih dalam menjual properti? Tentu keduanya punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Agar Sobat Ngopi bisa tidak bingung, pertimbangkan dulu sisi untung dan ruginya dengan menyimak uraian yang berikut ini, ya!

Survei Harga
Jika ingin menjual rumah tanpa perantara, Sobat Ngopi harus melakukan survei sendiri dia area sekitar rumah untuk mengetahui nilai properti Anda saat ini.

sumber: zolostays.com

Sementara, jika menggunakan jasa broker, Sobat Ngopi tinggal menghubungi agen properti saja. Anda tidak perlu melakukan survei harga karena mereka nanti yang akan memberi perkiraan harga realistis properti Anda.

Detail dan Dokumen
Untuk detail properti dan dokumen yang diperlukan, yang harus dilakukan Sobat Ngopi sama, baik menjual tanpa perantara ataupun lewat jasa agen properti. Anda harus merinci detail-detail penting seputar rumah, misalnya ukuran, kondisi terkini, fasilitas, dan lain sebagainya. Selain itu, Anda juga harus mempersiapkan berbagai dokumen yang diperlukan seperti PBB, KTP, dan lain-lain.

Bedanya, jika menggunakan jasa broker, Sobat Ngopi harus mengisi formulir khusus untuk memberikan detail-detail dan dokumen tersebut.

Mengambil Foto
Baik ingin menjual tanpa perantara atau menggunakan jasa agen properti, Sobat Ngopi harus membersihkan dan merapikan rumah agar foto yang diambil terlihat menarik.

Bedanya, dalam pengambilan foto rumah, Sobat Ngopi harus melakukannya sendiri dan menentukan sendiri bagian-bagian rumah mana yang akan difoto. Sementara jika memakai jasa agen properti, Sobat Ngopi tinggal mengundang agen tersebut untuk melihat-lihat rumah dan mengambil foto.

Biaya Iklan/Marketing
Jika menjual tanpa perantara, Sobat Ngopi harus mengiklankan sendiri rumah yang akan dijual tersebut di situs-situs jual beli properti populer yang sering dikunjungi warganet. Ada yang memberi gratis iklan, ada pula yang mematok harga tertentu (mulai dari Rp 100.000) untuk memasang iklan. Namun jika Sobat Ngopi ingin pasang iklan di koran nasional, biayanya sekitar Rp 200.000 untuk satu baris iklan.

Sementara, jika menggunakan jasa agen properti, Sobat Ngopi hanya perlu membayar fee sebesar 2%-3% dari harga jual rumah untuk biaya marketing.

Bertemu Calon Pembeli
Calon pembeli yang tertarik dengan rumah Sobat Ngopi akan menghubungi dan memberikan sejumlah pertanyaan seputar rumah tersebut. Sobat Ngopi harus menjawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan tersebut agar calon pembeli makin tertarik membeli rumah Anda.

Sementara, jika menggunakan jasa broker, Sobat Ngopi akan dikenalkan kepada calon pembeli oleh agen properti. Mereka biasanya sudah punya jaringan pembeli dan bisa bekerja sama dengan agen properti lain untuk mendapat lebih banyak calon pembeli. Selanjutnya, Sobat Ngopi tinggal menunggu kabar baik saja dari agen Anda.

Biaya Notaris
Untuk penjualan tanpa perantara, begitu mencapai kesepakatan dengan pembeli, carilah notaris. Biaya layanan notaris adalah sekitar Rp 5 juta.

Sementara, untuk penjualan lewat jasa broker, agen properti lah yang akan menghubungi notaris. Fee yang harus dibayarkan adalah 1% dari harga transaksi.

Langkah Hukum dan Keuangan
Jika Sobat Ngopi menjual rumah tanpa perantara, Anda juga harus mengurus segala sesuatunya sendiri, mulai dari menghubungi bank, langkah hukum, dan lain sebagainya.

Sementara, untuk yang menjual lewat broker, agen properti yang akan mengatur segala langkah hukum dan keuangan untuk Anda.

Semoga informasi ini bermanfaat ya buat Sobat Ngopi yang ingin menjual rumah.. dan semoga rumahnya cepat laku!

Tinggalkan Balasan