Penting Diketahui! Ini Perbedaan Sertifikat Elektronik dan Sertifikat Konvensional

Sertifikat Tanah Elektronik, yang selanjutnya disebut Sertifikat-el, akan segera diberlakukan dalam era transformasi digital saat ini. Pendaftaran tanah yang sebelumnya dilakukan secara konvensional akan dilakukan secara elektronik. Sertifikat pun akan diterbitkan secara elektronik dalam dokumen elektronik.

sumber: sindonews.com

Lalu apa sih perbedaan antara sertifikat elektronik dengan sertifikat konvensional? Berikut penjelasannya untuk Sobat Ngopi semua, seperti dilansir dari kompas.com.

Kode Dokumen

Sertifikat elektronik menggunakan hashcode atau kode unik dokumen elektronik yang dihasilkan oleh sistem. Sementara, sertifikat konvensional memiliki nomor seri unik gabungan huruf dan angka.

QR Code

Sertifikat elektronik menggunakan QR code yang berisi tautan yang memudahkan masyarakat mengakses langsung dokumen elektronik mereka. Sedangkan sertifikat konvensional tidak memiliki QR code, sehingga tidak bisa diakses begitu saja secara digital.

Nomor Identitas

Sertifikat elektronik hanya menggunakan satu nomor, yaitu Nomor Identifikasi Bidang (NIB) sebagai identitas tunggal (single identity). Sementara, sertifikat konvensional menggunakan banyak nomor, yakni Nomor Hak, Nomor Surat Ukur, Nomor Identifikasi Bidang, dan Nomor Peta Bidang.

sumber: kompas.com

Ketentuan Kewajiban dan Larangan

Pada Sertifikat elektronik, ketentuan kewajiban dan larangan dicantumkan dengan pernyataan aspek hak (right), larangan (restriction), dan tanggung jawab (responsibility). Sementara itu, pada sertifikat konvensional, pencatatan ketentuan ini tidak seragam dan dicantumkan pada kolom petunjuk, tergantung Kantor Pertanahan masing-masing daerah. 

Tanda Tangan

Sertifikat elektronik menggunakan tanda tangan elektronik dan tidak dapat dipalsukan. Sedangkan, sertifikat konvensional menggunakan tanda tangan manual dan rentan dipalsukan.

Bentuk Dokumen

Sertifikat elektronik berbentuk dokumen elektronik yang berisi informasi tanah yang padat dan ringkas. Sementara, sertifikat konvensional berupa blanko (kertas) isian berlembar-lembar.

Hal itu memberikan kelebihan pada sertifikat elektronik, yakni jika sertifikatnya hilang, Anda hanya perlu mengakses dan mengunduhnya melalui aplikasi Sentuh Tanahku. Sertifikat tanah elektronik juga dapat dicetak secara mandiri. Selain itu, pengelolaan dokumen pertanahan lebih praktis dan mudah.

Tinggalkan Balasan