Rumah Mungil Layak Huni, Nggak? Ini Pertimbangan Plus dan Minusnya

JAKARTA, KOMPAS.com – Keterbatasan tanah khususnya di perkotaan membuat sejumlah pengembang melakukan inovasi. Salah satunya dengan membangun rumah mikro atau rumah minimalis. Disebut rumah mikro karena ukurannya hanya sekitar 40 hingga 50 meter persegi.

Rumah mikro dirancang untuk memaksimalkan ruang yang ada. Rumah ini juga menawarkan pilihan yang lebih terjangkau daripada rumah dengan luas di atas 70 meter persegi.

Namun, apakah rumah mikro ini cocok dan layak untuk Anda? Sebelum membeli rumah mikro, ada sejumlah hal yang harus Anda pertimbangkan, dimulai dari kelebihannya terlebih dahulu:

sumber: top4.com.au

Pemanfaatan Ruang Maksimal
Pertama, sebagian besar rumah mikro (baik tapak maupun vertikal) berperabotan lengkap, menampilkan furnitur khusus yang dirancang untuk melayani banyak tujuan. Seperti tempat tidur yang dapat dilipat ke dinding, selain itu juga terdapat rak yang juga dapat dilipat saat tidak digunakan.

Kebanyakan rumah mikro juga memiliki langit-langit tinggi dan jendela besar, memberikan ilusi lebih banyak ruang. Selain itu, rumah mikro biasanya terletak di dalam kompleks yang lebih besar, dan penghuni mungkin memiliki akses ke sejumlah fasilitas dan fasilitas umum.

Dalam beberapa kasus, penghuni dapat berbagi dapur umum, kamar mandi atau area binatu, meskipun lebih umum untuk sebuah rumah mikro mandiri dengan dapur dan kamar mandi pribadi sendiri.

Target Anak Muda dan Belum Menikah
Rumah mikro ditujukan untuk profesional muda yang ingin pindah ke tengah kota. Mereka dianggap tidak mampu membayar sewa apartemen tradisional dan bahkan lebih kecil kemungkinannya untuk membelinya.

Selain itu, anak muda ini masih berstatus lajang atau belum menikah. Mereka juga cenderung tidak mengumpulkan banyak harta selama bertahun-tahun.

Dengan demikian, rumah mikro cocok untuk mahasiswa, orang tua tunggal, atau penyewa jangka pendek seperti pelancong atau magang.

Penghematan dan Lokasinya yang Strategis
Manfaat utama tinggal di rumah mikro adalah keterjangkauan di lokasi yang strategis. Anak muda yang bekerja di perkotaan tentu saja dapat menghemat biaya dengan memiliki rumah layak huni ini karena sebagian besar orang muda lebih mengedepankan lokasi strategis daripada hal lain. Karena itu, penyewa tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk bepergian.

Bagi mereka yang ingin membeli, biayanya sangat rendah dibandingkan dengan pilihan rumah jenis lainnya di perkotaan. Hal ini menempatkan rumah mikro sangatlah terjangkau untuk generasi muda. Dengan membeli rumah mikro ini, mereka hanya akan membayar uang muka dan cicilan yang terbilang kecil dibandingkan rumah lain.

Lebih Hemat Energi
Bukan hanya label sewa dan harga yang menarik. Ruang mikro jauh lebih hemat energi, menghasilkan tagihan listrik yang lebih rendah, dan jejak karbon yang lebih kecil. Mereka juga dikenakan biaya pemeliharaan dan pajak properti yang lebih rendah.

Bagi mereka yang mencari gaya hidup yang lebih minimalis, tinggal di ruang kecil berarti Anda tidak dapat berbelanja secara royal pada hal-hal yang tidak dibutuhkan.

sumber: moneycrashers.com

Selain kelebihan, berikut kekurangan membeli atau tinggal di rumah mikro:

Tidak untuk Jangka Panjang
Terlepas dari banyaknya keuntungan dari rumah mikro, kehidupan rumah mungil jelas tidak untuk semua orang, dan penting untuk jujur tentang kebutuhan Anda.

Kerugian yang jelas adalah kurangnya ruang; 40 meter persegi ini lebih kecil dari banyak ruang makan keluarga lain pada umumnya. Ini juga bukan pilihan ideal bagi kebanyakan pasangan, dan sama sekali tidak bisa dijalankan jika Anda berencana untuk memiliki anak dalam waktu dekat.

Ruangan Sempit dan Sangat Terbatas
Karena ruangnya terbatas, saat sendiri pun Anda akan merasa bahwa ruang di rumah sangatlah sempit dan tidak bisa digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas. Jika sendiri saja sempit, artinya Anda tidak dapat mengajak kawan atau saudara main dan berkunjung ke rumah Anda tersebut.

Tak Bisa Miliki Banyak Barang dan Furnitur
Usia muda biasa identik dengan sifat yang konsumtif dan banyak membeli sesuatu. Dengan rumah mikro ini tentu saja membatasi Anda untuk dapat memasukkan banyak barang-barang di rumah, misalnya perabotan rumah, barang seperti pakaian, baju, celana dan lainnya.

Anda tidak memiliki banyak ruang penyimpanan di rumah mikro ini. Satu-satunya cara adalah memasukkan barang atau furnitur baru sambil mengurangi atau mengeluarkan barang lama yang tidak lagi terpakai untuk dibuang, dijual, atau diberikan kepada orang lain.

Tinggalkan Balasan