Simak, 3 Fakta KPR Tapera PNS Bunga 5% Flat 30 Tahun

detikFinance, Jakarta – Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa memiliki hunian lewat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

KPR Tapera merupakan program inisiasi BP Tapera yang bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dan Perum Perumnas untuk mempermudah kebutuhan rumah rakyat.

“Pada proyek inisiasi ini, kami menargetkan akan ada 11.000 unit rumah yang dibiayai melalui KPR Tapera. Untuk tahap pertama, proyek inisiasi akan ditujukan bagi peserta awal BP Tapera yakni para ASN,” kata Komisioner BP Tapera Adi Setianto dalam keterangannya.

sumber: finance.detik.com

Berikut tiga fakta seputar KPR Tapera:

Harga Rumah yang Bisa Dimiliki Maksimal Rp 292 Juta
Ada sejumlah syarat bagi PNS yang ingin mengajukan KPR Tapera. PNS tentunya harus belum memiliki rumah dan menjadi peserta Tapera aktif dan lancar membayar simpanan peserta selama 12 bulan. Lalu, harga rumah yang dapat dimiliki peserta aktif Tapera adalah dari Rp 112 juta hingga maksimal Rp 292 juta.

Bunga Flat hingga 30 Tahun
Untuk besaran bunga dan skema pembiayaannya dibuat beragam sesuai kelompok penghasilan. Menurut Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo, ada 3 skema pembiayaan KPR Tapera sesuai kelompok penghasilan tersebut.

Untuk kelompok Penghasilan I dengan penghasilan di bawah Rp 4 juta akan mendapatkan suku bunga KPR sebesar 5% fixed rate dengan tenor sampai dengan 30 tahun.

Pada kelompok penghasilan II dengan penghasilan berkisar Rp 4 juta – Rp 6 juta dikenakan bunga KPR 6% fixed rate dengan tenor sampai dengan 20 tahun.

Kemudian, untuk kelompok penghasilan III dengan penghasilan Rp 6 juta – Rp 8 juta dapat mengakses KPR dengan bunga 7% fixed rate dengan tenor sampai dengan 20 tahun.

Untuk dapat mengakses KPR Tapera, masyarakat diwajibkan untuk memenuhi ketentuan dan persyaratan untuk mendapatkan Pembiayaan Tapera, seperti peserta masuk ke dalam golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Lokasi
Untuk tahap pertama program KPR Tapera ini, Perum Perumnas akan menyiapkan proyek perumahan di kota Lampung dengan nama Samesta Pesawaran Residence.

Rumah yang dibangun tidak sekadar murah, menurut Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro, memastikan unit rumah yang dibangun untuk segmen menengah bawah ini bakal memiliki added value yang dapat menunjang kebutuhan para penghuni sehari-hari, seperti menjadikannya perumahaan dengan konsep hunian TOD (Transit Oriented Development) yang terintegrasi transportasi massal.

Kemudian, rumah ini dibuat dengan konsep hunian sistem precast agar pembangunan rumah menjadi lebih efektif dan efisien, serta berkualitas.

“Untuk sinergi ini, Perumnas tengah menyiapkan beberapa lokasi perumahan strategis yang akan dikerjasamakan. Tahap pertama dari proyek inisiasi ini akan kami siapkan di kota Lampung pada proyek Samesta Pesawaran Residence,” ungkap Budi dalam keterangannya.

Pemilihan kota Lampung, sambungnya, bukan tanpa alasan. Karena berdasarkan research internal Perum Perumnas, backlog Pulau Sumatera menduduki peringkat kedua setelah Pulau Jawa. Ini menandakan potensi market untuk segmen menegah bawah di Pulau Sumatera cukup tinggi.

“Lain dari itu Perum Perumnas menyediakan perumahan untuk masing-masing segmen penghasilan sehingga dapat dikatakan kami melayani segmen pasar yang luas,” katanya.

Samesta Pesawaran Residence dilengkapi sarana serta prasarana dengan kualitas baik yang menunjang kebutuhan sehari-hari para penghuni.

“Ke depannya kami akan membangun proyek-proyek strategis berdasarkan serapan pasar di area tersebut,” lanjut Budi.

Ke depannya, Budi memastikan Perumnas akan selalu berkomitmen untuk berkontribusi pada program-program seperti ini. Tidak hanya berhenti pada proyek Samesta Pesawaran Residence Lampung, namun juga pada proyek di Samesta Dramaga Bogor, Samesta Pasadana Bandung, Samesta Griya Martubung Medan, Samesta Jeruk Sawit Permai Solo, dan Samesta Griya Karangpawitan Garut dan proyek lainnya di seluruh Indonesia.

“Perumnas bersama BP Tapera dan Bank BTN pun berharap adanya kerja sama ini akan dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi kami sebagai developer penyedia hunian serta konsumen sebagai penerima manfaat program lebih khususnya. Sehingga, ke depannya program ini akan menjadi percontohan untuk keberlanjutan program-program lainnya di masa mendatang,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan