Simak, Begini Cara Mengurus Perpanjangan Sertifikat Hak Guna Bangunan

Sertifikat kepemilikan properti bukan hanya Sertifikat Hak Milik (SHM), tapi ada juga Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB). Namun, ada perbedaan mendasar antara SHM dan Sertifikat HGB, yakni soal jangka waktu.

Dalam kepemilikan properti, SHM tidak memiliki batasan waktu kepemilikan hingga dapat diwariskan, sedangkan HGB tidak demikian. Seperti disebutkan dalam Pasal 35 Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, HGB hanya diberikan dalam jangka waktu paling lama 30 tahun.

Setelah itu, jangka waktu HGB dapat diperpanjang maksimal selama 20 tahun atas permintaan pemegang hak, mengingat keperluan serta keadaan bangunannya. Oleh karena itu, HGB perlu diperpanjang selambat-lambatnya dua tahun sebelum berakhirnya jangka waktu tersebut atau perpanjangannya.

sumber: rumah.com

Ketentuan itu sebagaimana tercantum pada Pasal 27 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Atas Tanah.

Lantas, bagaimana cara memperpanjang sertifikat HGB? Sebelum mengurus perpanjangannya, perlu disiapkan dahulu beberapa dokumen yang dibutuhkan.

  1. Mengisi formulir permohonan di loket pelayanan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).
  2. Membawa surat kuasa yang ditandatangani di atas meterai jika dikuasakan ke orang lain.
  3. Menyiapkan fotokopi KTP dan kartu keluarga.
  4. Menyiapkan fotokopi akta pendirian dan pengesahan badan hukum (jika merupakan badan hukum).
  5. Fotokopi sertifikat HGB yang akan diperpanjang masa berlakunya.
  6. Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) tahun berjalan beserta tanda lunas pembayaran.
  7. Menyertakan surat pernyataan yang menyatakan bahwa tanah yang ada masih dimanfaatkan sesuai dengan tujuan semula. Jika ada perubahan, maka harus dituliskan secara lengkap.

Selanjutnya, pemohon bisa mendatangi kantor BPN sesuai domisili dan menuju loket terkait. Di loket tersebut, isilah formulir permohonan dengan menuliskan identitas diri secara lengkap, juga data tanah seperti luas, letak, dan penggunaan tanah yang ada.

Setelah semua data terisi lengkap, lakukan pembayaran biaya pemeriksaan tanah dan pendaftaran HGB.

Setelah pembayaran selesai dan semua syarat lengkap, petugas BPN akan melakukan pemeriksaan tanah.

Kemudian, dilanjutkan dengan Penerbitan Surat Keputusan Perpanjangan Waktu Kantor Pertanahan (Kantah) dan Penerbitan Surat Keputusan Perpanjangan Waktu Kantor Wilayah (Kanwil).

Lalu, Penerbitan Surat Keputusan Perpanjangan Waktu BPN RI, dan pendaftaran hak serta penerbitan sertifikat.

Setelah sertifikat HGB jadi, bisa langsung diambil di loket yang sudah disediakan.

Sementara soal biaya mengurus perpanjangan sertifikat HGB, hal itu tergantung dari luas tanah, lokasi, dan jenis tanah yang ada.

dilansir dari: kompas.com

Tinggalkan Balasan