Simak, Begini Cara Perpanjang Sertifikat Hak Guna Bangunan

Hak Guna Bangunan (HGB) merupakan sertifikat yang harus dimiliki seseorang untuk membuktikan kepemilikan properti. Namun, sertifikat HGB memiliki jangka waktu yang terbatas dan harus diperbaharui dalam kurun waktu tertentu.

Merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria di Pasal 35, HGB hanya diberikan dalam jangka waktu paling lama 30 tahun. Setelah itu, jangka waktu HGB dapat diperpanjang maksimal selama 20 tahun atas permintaan pemegang hak, mengingat keperluan serta keadaan bangunannya.

Karena itu, para pemegang HGB wajib melakukan perpanjangan selambat-lambatnya dua tahun sebelum berakhirnya jangka waktu tersebut atau perpanjangannya.

sumber: rumah123.com

Untuk melakukan perpanjangan HGB, yang harus dilakukan adalah mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) sesuai domisili dan menuju loket terkait di lokasi properti berada. Jangan lupa untuk membawa dokumen pendukung seperti:

  1. Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga.
  2. Fotokopi akta pendirian dan pengesahan badan hukum (jika merupakan badan hukum).
  3. Fotokopi sertifikat HGB yang akan diperpanjang masa berlakunya.
  4. Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) tahun berjalan beserta tanda lunas pembayaran.
  5. Surat pernyataan yang menyatakan bahwa tanah yang ada masih dimanfaatkan sesuai dengan tujuan semula.
  6. Surat kuasa yang ditandatangani di atas meterai jika dikuasakan ke orang lain.

Setelah sampai di Kantor Pertanahan (kantah), isilah formulir permohonan dengan menuliskan identitas diri secara lengkap, juga data tanah seperti luas, letak, dan penggunaan tanah yang ada. Setelah seluruh data terisi lengkap, lakukan pembayaran biaya pemeriksaan tanah dan pendaftaran HGB.

Bila formulir dan berkas dinyatakan lengkap, petugas BPN akan melakukan pemeriksaan tanah. Kemudian, akan dilanjutkan dengan Penerbitan Surat Keputusan Perpanjangan Waktu Kantor Pertanahan (Kantah) dan Penerbitan Surat Keputusan Perpanjangan Waktu Kantor Wilayah (Kanwil).

Ada juga Penerbitan Surat Keputusan Perpanjangan Waktu BPN RI, pendaftaran hak, serta penerbitan sertifikat.

Ketika pembuatan sertifikat HGB dinyatakan selesai, bisa langsung diambil di loket yang sudah disediakan. Besar biaya mengurus perpanjangan sertifikat HGB disesuaikan dengan luas tanah, lokasi, dan jenis tanah yang ada.

dilansir dari: kompas.com

Tinggalkan Balasan