Sultan Wajib Tahu, Ini Tips Beli Rumah di Luar Negeri

Membeli rumah di luar negeri akan berbeda dengan di dalam negeri. Tentu ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan membeli rumah di luar negeri.

Buat para sultan yang ingin membeli dan memiliki rumah di mancanegara, entah untuk tujuan bisnis, liburan, investasi, atau tujuan lainnya, yuk simak enam tips penting ini agar nantinya tidak menyesal ataupun merasa rugi beli properti di luar negeri.

Cari Tahu Aturannya
Sebelum memutuskan untuk membeli rumah di luar negeri, hal paling penting yang harus diketahui adalah setiap negara memiliki aturan dan undang-undang yang berbeda untuk orang asing dapat membeli tanah dan properti di negaranya.

sumber: findpropertyabroad.com

Sebelum menghubungi pemilik properti di negara tujuan, ada baiknya mengecek dulu aturan yang berlaku di negara tersebut. Tidak perlu datang ke negara itu untuk bisa mengetahui aturan apa saja yang berlaku, cukup mencarinya di internet.

Meski diperbolehkan, biasanya warga asing tetap memiliki keterbatasan dan tidak punya hak yang sama seperti warga lokal dalam hal kepemilikan rumah. Misalnya, boleh membeli properti dengan status hak milik, tapi hanya berlaku untuk jenis rumah tertentu. Selain itu, ada juga orang asing yang secara aturan boleh memiliki properti, tapi jika mereka tidak tinggal, akan dikenakan denda yang cukup besar.

Identifikasi Tujuannya
Pertimbangkan tujuan membeli rumah di luar negeri, dan jika sudah terbeli apakah akan tinggal dan menetap di negara tersebut, berbisnis, liburan, atau untuk disewakan. Pertimbangan seperti itu penting agar dapat mengetahui kemungkinan apakah negara tersebut mengakomodasi tujuan tersebut atau tidak.

Misalnya, beli rumah di luar negeri dengan tujuan berbisnis, tapi secara aturan justru orang asing dilarang membuat bisnis di negara tersebut. Hal itu jelas akan merugikan, karena telah mengeluarkan ratusan bahkan miliaran rupiah membeli rumah tersebut. Dan jika ingin menetap, pertimbangkan lokasi spesifiknya dan dampaknya.

Coba Rasakan Dulu
Satu perjalanan ke luar negeri mungkin sudah cukup untuk membuat jatuh cinta pada suatu tempat, tapi tidak cukup untuk mengetahui apakah membeli properti di sana adalah langkah yang tepat. Jangan buru-buru memutuskan beli rumah di luar negeri. Coba habiskan waktu lebih lama di area rumah yang akan dibeli.

Gunakan perjalanan untuk mengunjungi properti yang dijual, memahami pasar, dan rasakan pengalaman menghabiskan waktu hidup seperti orang lokal di negara tersebut. Sewa rumah selama satu atau dua bulan untuk benar-benar merasakan tempat itu. Selain itu, coba datang dan kunjungi negara itu secara berkala, misalnya enam bulan sekali, untuk merasakan nuansa yang berbeda setiap musimnya.

Pahami Pasar
Tren pasar real estat selalu mengalami perubahan. Jadi sebelum membeli rumah, ada baiknya mencari tahu lokasi mana yang tepat dan strategis, juga model dan desain rumah seperti apa yang sedang hit dan disukai banyak orang. Cara itu bisa memberi wawasan rumah seperti apa yang akan dibeli. Bisa juga lakukan riset kecil-kecilan dengan mencari dan mendapatkan informasi melalui internet, atau berinteraksi dengan ekspatriat yang telah tinggal lama di negara tersebut.

Sewa Tim Profesional
Saat membeli properti di luar negeri, penting untuk menyewa tim profesional yang berpengalaman untuk membantu memahami berbagai undang-undang dan kebiasaan pasar lokal. Pilih agen real estat lokal dengan rekam jejak yang bagus, dan ada baiknya berbicara dengan beberapa orang sebelum membuat pilihan. Selain itu, diperlukan penerjemah terakreditasi untuk menerjemahkan dokumen secara legal, serta pengacara real estat untuk memastikan prosesnya berjalan lancar. Di beberapa negara, terdapat hukum yang mewajibkan oleh untuk menyewa jasa notaris untuk menyelesaikan transaksi.

Pertimbangkan Broker Mata Uang
Saat akan mentransfer uang pembelian properti di luar negeri, pertimbangkan masalah konversi mata uang. Jual beli hunian bukan cuma membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tapi juga bisa kehilangan banyak uang akibat tingkat konversi antarmata uang.

Menggunakan bank tradisional untuk pertukaran semacam itu mungkin bukan pendekatan terbaik, karena mereka sering membebankan biaya tinggi, memberlakukan batasan ketat, dan menawarkan tingkat konversi yang buruk. Sebagai gantinya, pertimbangkan untuk menggunakan broker mata uang. Perusahaan-perusahaan ini berdedikasi menemukan harga terbaik dan akan melakukan semua pekerjaan agar seluruh proses menjadi lebih mudah. Keuntungan lain, walaupun belum siap mengirim dana, nilai tukar bisa dikunci pada konversi yang menguntungkan.

dilansir dari: kompas.com

Tinggalkan Balasan