2 Metode Efektif Membersihkan Fasad Rumah, Simak dan Ikuti Langkah-langkahnya!

Berfungsi sebagai ‘wajah’ untuk menampilkan kesan pertama, fasad rumah harus terlihat cantik dan bersih. Namun, membersihkan fasad rumah tidak bisa dibilang mudah jika tidak mengetahui cara dan langkah-langkahnya yang tepat dan efektif.

Jenis fasad yang berbeda tentu membutuhkan penanganan yang berbeda pula. Demikian pula dengan jenis kotorannya, tentu akan memerlukan bahan pembersih yang berbeda.

Ada tiga metode utama untuk membersihkan fasad, yaitu dengan pengunaan air, perawatan bahan kimia, dan perawatan abrasif. Namun, untuk metode perawatan abrasif, seperti penggilingan dan pengamplasan, tidak lagi dianjurkan karena dapat menghilangkan tekstur material pada fasad rumah bergaya minimalis modern. 

sumber: staineaters.com.au

Pembersihan dengan Air
Metode pembersihan dengan air yang sering digunakan adalah dengan cara penyemprotan. Langkah yang harus dilakukan yaitu dengan menyemprotkan air bertekanan rendah hingga sedang, langsung diarahkan ke permukaan fasad. Besar tekanan air dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan.

Proses ini kemudian diikuti dengan menggosok permukaan bangunan dengan sikat sintetis untuk menghilangkan noda membandel. Terkadang deterjen organik dapat digunakan untuk menghilangkan kotoran berbasis minyak dari permukaan fasad. Sabun dan deterjen lainnya yang biasanya digunakan untuk pengunaan rumah tangga tidak boleh digunakan karena dapat meninggalkan residu.

Selain penyemprotan, gunakan metode penguapan. Metode ini memang tidak umum digunakan, tapi sangat efektif untuk menghilangkan endapan tanah dan tanaman yang menumpuk. Metode penguapan juga merupakan pilihan yang baik untuk membersihkan fasad batu yang sensitif terhadap cairan asam.

Pembersihan dengan Bahan Kimia
Pembersih berbahan kimia sangat efektif untuk menghilangkan kotoran dan relatif lebih cepat dibandingkan dengan perawatan berbasis air. Pembersih dari bahan kimia juga dapat digunakan untuk menghilangkan bekas cat, pelapis, noda logam, dan coretan.

Pembersih dengan kandungan asam-basa efektif digunakan pada fasad dari material terakota, batu tuang, beton, dan granit. Sementara pembersih alkali cocok digunakan pada fasad bata yang peka terhadap asam, seperti batu kapur, marmer, granit yang dipoles, serta batu pasir berkapur.

Kedua jenis pembersih kimia ini disemprotkan pada permukaan basah dan dibiarkan selama beberapa waktu. Lalu, lakukan penyikatan agar fasad bisa bersih maksimal. Setelah itu, dinding fasad harus dibilas dengan air agar bersih dan tidak ada endapan bahan kimia yang tertinggal.

dilansir dari: kompas.com

Tinggalkan Balasan