5 Tips Bangun Rumah di Tebing. Risiko yang Wajib Kamu Ketahui !

Hallo Sobat Ngopi kali ini kita akan membahas mengenai rumah yang bediri di area tebing. Bagaimana nih menurut sobat ? yuk kita simak penjelasannya..

Sebelum mulai bangun rumah di tebing, lebih baik kamu cari tahu dahulu tips membangun dan risiko tinggal di tebing di sini! Semakin sedikitnya lahan di Indonesia membuat banyak orang terpaksa untuk membangun rumah di area yang rawan bencana.

Salah satunya adalah membangun rumah di tebing yang tinggi. Membangun rumah di tebing memang memiliki beragam kelebihan semisal pemandangannya yang indah. Namun, bila tidak dibangun dengan baik, penghuni rumah berisiko mengalami kecelakaan dan bahaya.

Oleh karena itu, ada baiknya kamu membaca terlebih dahulu tips bangun rumah yang ada di bawah ini sebelum mulai membangun, Sobat!

TIPS BANGUN RUMAH DI TEBING

 Pilih Lokasi yang Paling Memungkinkan untuk Membangun Rumah

Pic . By Fortuna Land

Tips bangun rumah di tebing pertama adalah memastikan lokasi yang kamu pilih paling memungkinkan untuk membangun rumah. Pastikan lahan aman dari bahaya agar jauh lebih aman dan nyaman untuk ditinggali.

Hindari membangun di tempat dengan kemiringan ekstrem atau di tempat yang tidak stabil agar penghuni rumah tidak akan mengalami risiko kecelakaan tinggi.

Pastikan Terdapat Akses Menuju Rumah

Umumnya lokasi tebing terletak di area yang jarang dilalui oleh orang-orang, sehingga sering kali tidak ada akses untuk memasuki rumah. Oleh karena itu, perhatikan terlebih dahulu apakah lahan yang kamu pilih memiliki akses yang baik untuk ke tempat ramai.

Dengan adanya akses, penghuni rumah akan lebih mudah untuk mengunjungi fasilitas publik atau perkotaan.

Cek Kemiringan dan Kestabilan Tanah

Salah satu risiko dari tinggal di tebing adalah mengalami longsor. Longsor umumnya terjadi karena struktur tanah tidak mampu menahan berat yang ada di permukaan tanah.

Agar rumahmu tidak mengalami longsor, pastikan lahan tempat rumahmu berdiri memiliki kontur tanah yang keras dan tidak berbatu. Tanah yang berbatu tidak hanya dapat mengakibatkan longsor, tetapi juga dapat mempersulit pembangunan pondasi rumah.

Pilih Bahan Material yang Tepat

Area tebing identik dengan cuaca yang ekstrem dan intensitas hujan juga angin yang tinggi. Oleh karena itu, pastikan material yang kamu pilih untuk membangun rumah berkualitas, awet, dan kokoh untuk menghalau hujan dan angin.

Beberapa material yang bisa kamu gunakan di antaranya adalah material kayu dan fiber-cement. Hindari menggunakan material seperti plastik, vinyl, dan material pabrikan karena material tersebut cukup rapuh.

Bangun Retaining Wall

Pic. By Nusa Bali

Untuk mengurangi risiko rumah terkena longsor, ada baiknya kamu membangun retaining wall di rumahmu.

Retaining wall atau dinding penahan akan menghambat ketidakstabilan struktur tanah yang mengakibatkan longsor. Selain itu, keberadaan retaining wall juga akan menjaga rumahmu terkena tanah longsor.

Risiko Bangun Rumah di Tebing

Perlu diketahui bahwa membangun rumah di tebing sangatlah tidak dianjurkan.

Rumah di tebing merupakan pembangunan rumah yang tidak memerhatikan AMDAL atau Analisis Dampak Lingkungan, sehingga sangat membahayakan keselamatan penghuninya. Hal tersebut karena rumah di tebing memiliki risiko tinggi terkena berbagai jenis bencana, salah satunya adalah longsor.

Memiliki rumah di tebing juga tidak hanya membahayakan keselamatan penghuni rumah, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian harta benda. Bahkan terkadang tetangga yang berada di bawah rumah tebing juga akan mengalami kerugian karena berisiko terkena tanah longsor.

Nah itu dia sobat tips membangun rumah di tebing, bahkan resikonya pun perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat.

Sumber : 99.co

Tinggalkan Balasan