6 Kebiasaan Ini Harus Dilatih Bersama Keluarga Agar Siap Hadapi Kebakaran

Musibah datang tanpa diundang, terjadinya tiba-tiba dan tak disangka-sangka. Mau tidak mau, kita harus siap menghadapinya, kapan pun sang musibah menghampiri. Namun, bagaimana agar kita bisa siap dalam hadapi musibah, khususnya kebakaran rumah?

Kesiapan dalam menghadapi musibah kebakaran harus dibangun. Bukan hanya siap mental, tapi juga secara sikap dan tindakan. Karena itu, ada kebiasaan-kebiasaan yang harus dilatih bersama-sama keluarga agar tak ada yang bingung dan panik saat (amit-amit) musibah kebakaran benar-benar terjadi.

Cara Menggunakan Smoke Detector
Pelajari cara kerja smoke detector. Jangan lupa untuk mengajak anak-anak ikut serta. Beri penjelasan dan latih anak-anak dengan cara menguji tombol alarm asap di rumah. Ajak juga mereka untuk memeriksa kelengkapan alat pemadam kebakaran di rumah dan ajari cara penggunaannya.

sumber: chandeliersandchampagne.com

Latih Gerakan Cegah Api
Ada gerakan khusus yang harus dilakukan untuk memadamkan api yang menyambar pakaian, yakni gerakan “Berhenti, Membungkuk, Berguling”. Ajak keluarga untuk melatih gerakan tersebut di rumah. Selain itu, berlatihlah bersama keluarga gerakan merangkak di lantai untuk menghindari asap.

Keluar Lewat Jendela
Meski pintu bisa dibuka dan ditutup dengan normal, namun saat kebakaran terjadi, bukan tidak mungkin rute menuju pintu terhalang api atau reruntuhan bangunan. Untuk itu, sekali-kali ajaklah keluarga latihan keluar lewat jendela sebagai alternatif jalan keluar ketika kebakaran terjadi.

Menggunakan Tangga Tanpa Panik
Latih anak-anak agar dapat memanjat atau menuruni tangga tanpa panik jika kebakaran terjadi. Keahlian ini akan membantu mereka tetap tenang dan aman dalam keadaan darurat.

Gambar Jalur Evakuasi
Buatlah dua jalur yang aman untuk keluar dari rumah jika kebakaran terjadi. Satu jalur sebagai alternatif bila jalur pertama tidak bisa dilalui. Latih anak-anak menggunakan jalur evakuasi tersebut, terutama jika jalur dari kamar tidur anak berbeda dengan jalur kamar tidur utama.

Tentukan Titik Kumpul
Saat musibah terjadi, sangat memungkinkan jika anggota keluarga akan terpencar karena masing-masing berusaha menyelamatkan diri dengan cara dan jalur yang berbeda. Karena itu, tentukanlah titik kumpul atau lokasi pertemuan jika sudah berhasil keluar dari rumah. Posisi titik kumpul bisa di trotoar depan rumah, halaman, rumah tetangga, atau di manapun yang memungkinkan untuk keluarga bertemu kembali setelah menyelamatkan diri.

Tinggalkan Balasan