Capek Jongkok? Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Memilih Kloset Duduk

Kloset jongkok memang umum digunakan di Indonesia. Namun, tidak semua orang bisa terus menggunakan kloset jongkok karena berbagai alasan, di antaranya bertambahnya usia atau ada masalah pada lutut. Nah, sebelum beralih ke kloset jongkok, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan.

Tipe Kloset
Ada tiga tipe kloset duduk yang umum digunakan. Pertama, tipe high tank toilet yang sangat simpel karena tangki air menyatu dengan badan toilet yang persis berada di atasnya.

Ada pula jenis in wall toilet, yang bentuknya sangat cocok untuk rumah minimalis karena desainnya ramping dan ada yang tangkinya bisa disembunyikan di dalam dinding.

sumber: id.depositphotos.com

Tipe ketiga adalah integrated bases yang desainnya sangat sederhana, dengan bagian bawah kloset penuh dan rata, tidak seperti toilet kebanyakan yang di bagian bawahnya terdapat sudut dan celah.

Daya Sembur
Pilihlah daya sembur air yang sesuai. Daya sembur kloset dibagi dengan skala 100–1.000 atau 1–10. Namun, kini banyak toilet yang memiliki beberapa pilihan daya sembur yang bertujuan untuk menghemat air atau eco washer.

Sistem Penyiraman
Ada sistem penyiraman single flush yang menyiram dengan air yang banyak, sehingga bisa mengurangi risiko tersumbat. Ada pula sistem dual flush yang memiliki dua tombol yang bisa dipilih, apakah penyiraman penuh atau penyiraman setengah air yang lebih hemat.

Bentuk Dudukan
Ada dua bentuk dudukan kloset, yaitu elips dan lingkaran. Bentuk elips lebih nyaman untuk duduk, sementara bentuk lingkaran lebih pas untuk toilet yang sempit.

Tinggi Kloset
Ada dua jenis ketinggian kloset, yakni ukuran 14–15 inci dan 16–17 inci. Ukuran standar 14–15 inci banyak dipakai di Indonesia. Namun untuk mereka yang bertubuh tinggi akan lebih nyaman dengan kloset ukuran tinggi 16–17 inci.

Tinggalkan Balasan