Ini Tanda-Tanda Rumah Harus Direnovasi

Banyak orang yang tidak tahu kapan waktu yang tepat untuk melakukan renovasi rumah. Tak sedikit pula orang yang berpikir jika renovasi dilakukan jika kondisi rumah sudah banyak yang rusak. Padahal, kerusakan kecil pada rumah saja harus sesegera mungkin dilakukan jika tidak ingin bertambah parah dan menyebar ke bagian-bagian rumah lainnya.

Renovasi bukan berarti memperbaiki rumah secara keseluruhan, tapi renovasi juga berarti memperbaiki bagian tertentu yang rusak. Kondisi-kondisi pada rumah yang seperti apa yang memerlukan renovasi? Berikut ini tanda-tanda kerusakan yang menjadi indikasi perlunya dilakukan renovasi.

Atap
Atap jadi salah satu bagian rumah terpenting untuk diperhatikan, mengingat atap adalah pelindung pertama dan utama dari sebuah rumah. Langkah pertama yang harus diperhatikan adalah memeriksa genteng. Jika ada genteng yang melorot, segera betulkan letaknya. Jika ada genteng yang retak, segera ganti.

sumber: bigsteelbox.com

Jika rumah menggunakan atap dari asbes atau beton, perhatikan dengan seksama apakah ada retak di sana. Untuk retak lembut, lapisi dengan pelapis anti air. Namun jika keretakannya sudah cukup parah, mau tak mau harus dibobok dan diplester kembali. Retak lembut memang tidak menimbulkan kebocoran secara langsung, namun air yang merembes akan membuat atap menjadi lapuk.

Plafon
Perhatikan baik-baik plafon rumah. Sebaiknya plafon segera diganti jika ada yang mulai membusuk. Kalau tidak, plafon bisa ambruk dan biaya perbaikan menjadi jauh lebih mahal.

Dinding
Atap yang tidak berfungsi dengan baik akan menyebabkan air hujan merembes hingga ke dinding. Akibatnya, dinding menjadi lembab dan berjamur. Jika dinding sudah berjamur, mau tak mau harus dikerok dan dicat ulang. Dinding bagian luar wajib dilapisi pelapis anti air jika ingin memiliki dinding yang awet. Jika terdapat keretakan, dinding harus dibobok dan diplester ulang sebelum mengaplikasikan pelapis anti air.

Lantai
Perbaikan jalan dengan menggunakan cor beton jadi tanda bahaya buat lantai rumah. Hal tersebut karena permukaan jalan akan naik. Karena itu, perhatikan tinggi jalan dengan lantai rumah. Jika lantai rumah lebih rendah, ada baiknya melakukan renovasi agar saat hujan turun, air dari jalan tidak mengalir ke dalam rumah.

Lampu di Luar Rumah
Periksa kabel-kabel yang terhubung ke berbagai peralatan listrik di luar rumah, termasuk lampu penerangan. Jika ada yang terkelupas, segera lapisi kembali. Jika terkena air, kabel yang terkelupas ini bisa menyebabkan arus pendek listrik atau korsleting. Lebih dari itu, fatal akibatnya jika kabel tersebut terendam genangan air hujan karena air menjadi penghantar listrik yang sangat efektif.

Tinggalkan Balasan