Kamar Tidur Juga Perlu Didetoks, Loh… Begini Caranya!

Sama seperti tubuh manusia, ternyata kamar tidur juga memerlukan detoksifikasi. Karena fungsi utama kamar tidur sebagai tempat beristirahat, tentu kondisinya harus nyaman, bersih, serta bebas debu dan kuman. Seperti tubuh yang akan mengeluarkan racun saat didetoks, kamar tidur juga harus menghempas semua hal yang membuat penghuninya tak sehat.

Detoks kamar tidur ternyata tak sulit dan cara melakukannya pun sebenarnya cukup sederhana. Berikut kegiatan yang bisa dilakukan untuk mendetoks kamar tidur agar bebas dari racun-racun berbahaya.

Rutin Cuci Bantal
Mencuci sarung bantal pasti sudah rutin dilakukan. Tapi jangan lupa, bantalnya juga perlu dicuci. Tanpa disadari, bantal bisa menjadi sarang kuman di dalam kamar tidur. Dengan mencuci bantal setidaknya 2 minggu sekali, bisa mengurangi racun dan kuman di dalam kamar tidur.

sumber: traveldailymedia.com

Untuk mencuci bantal, bisa menggunakan mesin cuci atau tangan. Jangan lupa untuk menjemur bantal minimal satu kali dalam seminggu untuk memastikan bantal terbebas dari kuman. Jemur bantal di halaman rumah yang terkena sinar matahari langsung dan jauh dari udara lembab. Jemur selama beberapa jam, atau seharian bila perlu,w untuk memastikan bantal benar-benar kering.

Biarkan Cahaya Matahari Masuk
Kamar yang lembab adalah sarang berkumpulnya jamur dan bakteri. Salah satu cara paling efektif untuk melenyapkannya dengan membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam kamar tidur. Dengan panas alami, cahaya matahari mampu menghilangkan kelembaban kamar tidur sehingga mengurangi terjadinya risiko jamur dan bakteri berkembang. Akan lebih bagus lagi jika cahaya matahari mengenai langsung ke sprei, selimut, dan bantal yang sering menjadi sarang kuman.

Batasi Alat Elektronik
Jika sering mengalami masalah susah tidur, hal itu mungkin karena terlalu lama berkutat dengan alat elektronik sebelum tidur. Memandang cahaya dari barang elektronik secara intensif dapat menstimulasi otak untuk selalu aktif dan berakibat sulit tidur. Alat-alat elektronik seperti komputer, TV, dan telepon genggam bisa memberikan cahaya yang mengganggu ritme tubuh. Akibatnya, tidur jadi kurang nyenyak dan menimbulkan masalah kesehatan.

Cahaya buatan mengurangi kualitas tidur dengan melemahkan aktivitas saraf yang bertugas membuat tidur nyenyak. Tak hanya memperlambat aktivitas saraf, cahaya tersebut akan mengaktifkan saraf yang membuat terjaga, serta menekan hormon tidur melatonin. Karena itu, sebaiknya kurangi memandang alat elektronik sebelum tidur, atau minimal menurunkan intensitas cahayanya.

Tinggalkan Balasan