Rain Garden Bisa Cegah Banjir, Begini Langkah-Langkah Membuatnya

Banjir selalu menjadi masalah yang datang setiap kali musim hujan melanda. Memang sulit untuk mengatasi masalah banjir dalam skala lingkungan yang besar, tapi Sobat Ngopi bisa kok mencegah banjir di sebatas lingkungan tempat tinggal. Salah satu caranya adalah dengan membuat rain garden atau taman hujan.

Seperti yang dilansir dari rumah.com, rain garden adalah konsep lanskap hunian yang ramah lingkungan. Dengan rain garden, air hujan dapat terserap di dalam tanah, menggunakan sistem neraca air mini. Neraca air merupakan tempat air hujan berkumpul dan terserap menjadi danau mini, sehingga tercipta keseimbangan dalam air tanah.

sumber: gardenholic.com

Ada cara yang cukup mudah dan sederhana untuk membuat rain garden sendiri. Sobat Ngopi bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini:

1. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah memilih posisi rain garden yang tepat, yakni di lokasi yang terbuka.

2. Agar dinding atau struktur bangunan tidak rusak, buatlah rain garden dengan jarak 3 meter dari rumah.

3. Setelah lokasi ditentukan, galilah tanah sedalam 90 cm – 100 cm.

4. Pada bagian paling bawahnya, yaitu sekitar 30 cm dari dasar, isi dengan split atau puing agar air dapat dengan mudah diserap tanah.

sumber: ediblecolumbia.ediblecommunities.com

5. Pada lapisan kedua, yaitu di atas lapisan split atau sekitar 50 cm dari dasar, isi dengan media tanam. Perbandingan tanah:kompos:air adalah 3:2:5.

6. Pilih jenis tumbuhan lokal yang mudah beradaptasi terhadap iklim di lingkungan tempat tinggal Sobat Ngopi.

7. Tanam tumbuhan tersebut di atas media tanam yang tadi telah dibuat. Tumbuhan yang tinggi ditanam di area tengah, dan semakin ke pinggir semakin pendek.

8. Setelah menanam, tutup permukaan tanah dengan mulsa, yaitu berupa serbuk gergaji dan serpihan kayu. Mulsa berguna untuk menyerap logam berat seperti tembaga, timah, zinc, cadium, chrom, dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan