Sebaiknya Pilih Water Heater Listrik atau Tenaga Surya?

Walaupun Indonesia negara tropis dan suhunya cenderung panas, namun masyarakat banyak yang menyukai mandi air hangat. Water heater atau alat pemanas air pun cukup digemari di Tanah Air.

Untuk memilih water heater yang sesuai, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah sumber energinya. Umumnya, water heater yang banyak beredar di pasaran adalah yang menggunakan sumber energi listrik dan tenaga surya. Berikut ini perbandingan antara water heater listrik dan water heater tenaga surya.

Penggunaan Energi
Water heater listrik sudah pasti akan banyak mengonsumsi listrik di rumah yang akan berpengaruh pada jumlah tagihan listrik. Sementara, water heater yang menggunakan tenaga matahari (solar panel) lebih hemat dan juga ramah lingkungan.

sumber: sensibledigs.com | savingenergyathome.co.uk

Lokasi
Water heater listrik bisa dipasang di semua tempat, baik itu rumah dan apartemen, dan di semua lokasi dan daerah yang memiliki sumber tenaga listrik.

Sementara, ada lokasi yang tidak memungkinkan untuk dipasang water heater dengan solar panel, seperti di apartemen. Selain itu, cuaca mendung juga akan mempengaruhi pasokan energinya. Suhu maksimal water heater bisa mencapai 60° celcius. Tanpa pasokan energi, heat lost-nya sekitar 2°C per hari.

Kapasitas Tangki
Water heater tenaga surya memiliki kapasitas tangki minimal 150 liter, cocok untuk rumah berukuran besar atau hotel.

Sementara, water heater tenaga listrik kapasitasnya hanya 35 liter hingga 80 liter. Jadi, untuk rumah berukuran kecil atau unit apartemen sebaiknya menggunakan pemanas air listrik.

Harga
Harga pemanas air listrik relatif lebih murah, hanya sekitar Rp 2 juta – Rp 3 jutaan.

Sementara, harga water heater tenaga surya terbilang tinggi, yakni berkisar Rp 20 juta per unit. Namun, pemanas air dengan solar panel relatif lebih bertahan lama karena bisa masa pemakaiannya bisa mencapai 15 sampai 20 tahun.

Tinggalkan Balasan