Sederet Masalah Atap dan Cara Jitu Mengatasinya

Berada di bagian atas rumah, atap jadi salah satu bagian yang sangat krusial dari sebuah hunian. Jika atapnya bermasalah, seluruh rumah bisa terkena dampaknya. Misalkan saja atap bocor di saat musim hujan seperti saat ini, genangan air akan menggenangi ruangan-ruangan di rumah.

Bukan hanya bocor, ada banyak masalah atap yang tidak boleh dibiarkan begitu saja. Setiap masalah pun memiliki solusinya masing-masing. Nah, berikut ini adalah sederet masalah apa saja yang biasa terjadi pada atap dan cara untuk mengatasi dan memperbaikinya?

Atap Bocor
Agar atap tidak bocor saat musim hujan tiba, diperiksa dan lakukan pemeliharaan setidaknya setahun sekali. Cek setiap bubungan, pertemuan bentuk atap, dan talang. Jika ada genteng yang pecah dan semen pada bubungan yang retak, lapisi sambungan genteng, bubungan, dan talang dengan waterproofing.

Genteng Merosot
Umumnya genteng tanah liat dirancang untuk sudut 27,5 – 40 derajat. Apabila sudut pemasangan tidak pas, akan menjadi jalan masuk air. Sementara, celah-celah genteng dibuat untuk mengantisipasi pemuaian keping genteng, sekaligus sebagai ventilasi udara.

Agar genteng tidak merosot, sebaiknya sudut atap dibuat landai dengan sudut lebih lebar dari 40 derajat. Setiap kepingan genteng pun sebaiknya dipaku ke reng yang berada tepat di bawahnya agar tidak mudah merosot.

sumber: ucroof.com

Retak Rambut pada Dak Beton
Perubahan panas dan dingin secara terus menerus akan membuat dak beton retak halus atau biasa disebut retak rambut. Retak sekecil apapun pasti akan membuat air masuk.

Masalah ini bisa diatasi dengan memperhatikan komposisi campuran beton dan proses pengecoran karena dua hal tersebut sangat menentukan kualitas beton. Namun jika keretakan sudah terjadi, gunakan waterproofing pada seluruh permukaan atap.

Atap Terlalu Landai
Faktor kemiringan atap harus diperhatikan agar air yang jatuh dapat segera mengalir. Atap yang terlalu landai membuat air lambat turun dan lama kelamaan akan berkumpul dalam beton dan merembes.

Agar tidak terjadi hal seperti itu, desain atap harus mengikuti syarat kemiringan ideal yaitu 30 – 40 derajat. Ukuran kemiringan ini adalah batas bagi rangka atap agar bisa memegang penutup atap dengan baik, sehingga air bisa segera dicurahkan ke tanah.

Rangka Atap Keropos
Keroposnya rangka atap bisa disebabkan oleh rembesan air yang menetes dari sela-sela genteng dan talang. Mengganti keseluruhan rangka atap harus dilakukan jika kerusakannya parah, misalnya kuda-kuda atau sebagian besar kaso keropos. Namun jika kerusakan hanya sebagian kecil kaso dan reng, tinggal perbaiki bagian yang rusak saja.

Bubungan Retak
Retak bubungan terjadi karena perubahan cuaca. Sebaiknya minimalkan sambungan atap seperti penggunaan bubungan dan jurai. Ukuran bubungan atau jurai juga jangan terlalu tinggi karena akan menimbulkan celah yang mengundang air. Jika terjadi retak pada bubungan, aplikasikan lembaran khusus yang tahan air, lunak, dan lentur di atas permukaan bubungan.

Loteng Panas
Suhu panas di dalam loteng dapat direduksi dengan ventilasi silang. Caranya dengan memodifikasi lubang angin dan membuat rongga di bawah genteng.

Tinggalkan Balasan