Tingkat Kemiringan Atap Rumah, Sebaiknya Runcing atau Landai?

Saat membangun rumah, bagian atap salah satu yang harus sangat diperhatikan. Sebagai penahan panas matahari dan hujan, atap harus kokoh dan tidak boleh mudah rusak atau bocor. Sudut kemiringan atap pun harus diperhitungkan dengan sangat tepat.

Sudut kemiringan adalah batas ideal untuk rangka atap agar bisa memegang penutup atap dengan baik, sehingga air bisa segera dicurahkan ke tanah. Lalu, sebaiknya atap rumah dipasang dengan kemiringan runcing atau landai?

Atap Runcing

sumber: vssm.org

Atap runcing biasanya diaplikasikan di rumah-rumah di negara dengan empat musim, misalnya di Eropa. Hal tersebut dimaksudkan agar salju yang jatuh di atas atap bisa jatuh ke bawah dengan mudah.

Sementara, di negara beriklim tropis, sebaiknya atap dibuat tidak terlalu runcing. Sudut kemiringan yang ideal adalah sekitar 30 derajat, sementara arsitek biasanya membuat sudut kemiringan antara 22,5 – 30 derajat. Umumnya, genteng tanah liat dirancang untuk sudut kemiringan 27,5 – 40 derajat. Pemasangan dengan sudut tidak pas akan menjadi jalan masuk bagi air hujan.

Jika sudut atap lebih besar dari 40 derajat akan menyebabkan kepingan genteng merosot. Untuk menghindarinya, genteng harus dipaku ke reng yang berada tepat di bawahnya. Artinya, genteng tanah liat tidak bisa digunakan untuk sudut kemiringan yang terlalu runcing.

Atap Landai

sumber: buildingengineeringstudy.com

Atap yang terlalu datar atau landai akan menyebabkan air masuk ke dalam rumah. Selain itu, aliran air pun turunnya lambat sehingga dapat terakumulasi di satu tempat dan mengakibatkan rembesan.

Untuk meminimalkan kebocoran, pasang plastik tebal atau aluminium foil di bawah genteng sebelum memasang genteng.

Jika ingin memasang atap lebih landai, gunakan atap asbes. Atap jenis ini memiliki kemiringan sudut minimal 10 derajat. Ukurannya yang lebar dan sambungan antarasbesnya bisa diatur, sehingga tidak mudah bocor meski dibuat landai.

Tinggalkan Balasan